about

Minggu, 31 Oktober 2010

Kondisi yang Diijinkan Menggugurkan kandungan


Menurut Fact About Abortion, Info Kit on Women’s Health oleh Institute for Social, Studies and Action, Maret 1991, dalam istilah kesehatan aborsi didefinisikan sebagai penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam rahim (uterus), sebelum usia janin (fetus) mencapai 20 minggu.
Dibedakan dua macam aborsi yaitu
  1. Aborsi spontan/alamiah atau Abortus spontaneous
Berlangsung tanpa tindakan apapun, dapat disebabkan karena kurang baiknya sel telur dan sperma, karena kecelakaan seperti terjatuh, kandungan lemah, kurangnya daya tahan tubuh karena aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah, dan keracunan.
  1. Aborsi sengaja atau Aboortus provokatus criminalis
Pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak).
Jadi kondisi diperbolehkannya melakukan aborsi karena adanya indikasi medis, dalam hal ini terkait dengan jenis aborsi medis atau abortus provokatus therapeuticum.
Pelaksanaan aborsi adalah sebagai berikut. Kalau kehamilan lebih muda, lebih mudah dilakukan. Makin besar makin lebih sulit dan resikonya makin banyak bagi si ibu, cara-cara yang dilakukan di kilnik-klinik aborsi itu bermacam-macam, biasanya tergantung dari besar kecilnya janinnya.
  1. Abortus untuk kehamilan sampai 12 minggu biasanya dilakukan dengan MR/ Menstrual Regulation yaitu dengan penyedotan (semacam alat penghisap debu yang biasa, tetapi 2 kali lebih kuat).
  2. Pada janin yang lebih besar (sampai 16 minggu) dengan cara Dilatasi & Curetage.
  3. Sampai 24 minggu. Di sini bayi sudah besar sekali, sebab itu biasanya harus dibunuh lebih dahulu dengan meracuni dia. Misalnya dengan cairan garam yang pekat seperti saline.  Dengan jarum khusus,  obat itu langsung  disuntikkan  ke dalam rahim, ke dalam air ketuban, sehingga anaknya keracunan,  kulitnya terbakar, lalu mati. 
  4. Di atas 28 minggu biasanya dilakukan dengan suntikan prostaglandin sehingga terjadi proses kelahiran buatan dan anak itu dipaksakan untuk keluar dari tempat pemeliharaan dan perlindungannya.
  5. Juga dipakai cara operasi Cecar seperti pada kehamilan yang biasa.

Dibolehkannya aborsi:
  1. Janin yang dikandung sudah meninggal.
Dalam hal ini bisa dilakukan operasi untuk mengeluarkan bayi. Karena menetapnya janin yang dudah mati dalam kandungan justru akan menghalangi ibu untuk bisa hamil lagi dikrmudian hari.
  1. Infeksi akut, yaitu meliputi:
a.       Virus, misal cacar, rubella, hepatitis
b.      Infeksi bakteri, misal streptococcus
c.       Parasit, misal malaria
  1. Infeksi kronis, yaitu meliputi:
a.       Sifilis, biasanya menyebabkan abortus pada trimester kedua
b.      Tuberculosis paru aktif
c.       Keracunan, misalnya keracunan tembaga, timah, raksa, dll
d.      Penyakit kronis, misalnya hipertensi, nephritis, diabetes, anemia berat, penyakit jantung
  1. Mengalami hidroamnion akut.
  2. Ibu hamil telah berulang kali mengalami caecar.
  3. Kehamilan ektopik.
  4. Penyakit ganas pada saluran jalan lahir misalnya kanker cerviks atau jika dengan adanya kehamilan akan menghalangi pengobatan untuk penyakit keganasan lainnya pada tubuh seperti misalnya kanker payudara.
  5. Prolaps uterus gravid yang tidak bisa diatasi.

Akibat menggugurkan kandungan pada ibu hamil
Aborsi memiliki resiko berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita yaitu mengakibatkan resiko fsik dan psikologis.
Dalam buku “Fact of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd, resiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi yaitu:
  1. Kematian mendadak karena perdarahan hebat
  2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
  3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius di sekitar kandungan
  4. Rahim yang sobek (Uterine perforation)
  5. Kerusakan leher rahim (Cervical lecerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak beriktunya.
  6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormn estrogen pada wanita)
  7. Kanker indung telur (Ovarian cancer)
  8. Kanker leher rahim (Cervical cancer)
  9. Kanker hati (Liver cancer)
  10. Kelainan pada placenta (placenta previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan perdarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya
  11. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic pregnancy)
  12. Infeksi rongga panggul (Pelvvic inflammatory disease)
  13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
Aborsi juga berdampak pada psikologis wanita yang dalam ilmu psikologi disebut dengan Post-Abortion Syndrome.


Dampak Kegemukan Pada Anak


  1. Resiko Psikososial
Resiko psikososial yang dapat terjadi adalah rasa rendah diri, depresif, dan menarik diri dari lingkungan. Hal tersebut dikarenakan anak yang overweight/obesitas sering menjadi olok-olok teman misalnya karena tidak mampu melaksanakan olahraga tertentu.  Selain itu pada remaja timbul rasa tidak percaya diri karena kekhawatiran melihat teman lain sebaya yang tampil cantik dan menawan.
2.       Resiko Fisiologis
a.       Factor resiko penyakit kardiovaskuler
Berkaitan dengan adanya peningkatan kadar insulin, trigliserida, LDL-kolesterol, dan tekanan darah sistolik serta penurunan kadar HDL-kolesterol. Anak obesitas cenderung mengalami peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, sekitar 20-30% menderita hipertensi.
Studi yang dipublikasikan di Journal of The American College of Cardiology mengatakan bahwa obesitas merupakan factor resiko utama pembesaran atrium jantung kiri.  Pembesaran jantung ini nantinya akan meningkatkan resiko fibrilasi (ritme atau detak jantung tidak normal), stroke, dan kematian.
b.      Factor resiko diabetes mellitus tipe 2
c.       Obstructive sleep apnea
Pada anak yang obesitas, terjadi penebalan jaringan lemak di daerah dinding dada dan perut yang mengganggu pergerakan dinding dada dan diafragma sehingga terjadi penurunan volume dan perubahan pola ventilasi paru serta meningkatkan beban kerja otot yang mengatur pergerakan lidah yang menyebabkan lidah jatuh kea rah dinding belakang faring yang mengakibatkan obstruksi saluran nafat intermitten dan menyebabkan tidur gelisah.  Sehingga keesokan harinya anak cenderung mengantuk dan hipoventilasi. Dari penelitian, dijumpai kejadian anak yang obesitas 1 dari 100 dengan gejala mengorok saat tidur.
d.      Gangguan ortopedik
Anak yang obesitas cenderung beresiko mengalami gangguan ortopedik yang disebabkan kelebihan berat badan, yaitu tergelincirnya epifisis kaput femoris yang menimbulkan gejala nyeri panggul atau lutut dan terbatasnya gerakan panggul.
e.      Gangguan kulit
Obesitas menyebabkan kulit sering lecet karena gesekan, anak sering merasa gerah dan kepanasan yang sering disertai gejala biang keringat maupun jamur pada daerah lipatan kulit.
f.        Pseudotumor serebri
Terjadi akibat peningkatan ringan tekanan intracranial yang disebabkan oleh gangguan jantung dan paru-paru yang menyebabkan penignkatan kadar CO2 dan memberikan gejala sakit kepala, papil edema, diplopia, kehilangan lapangan pandang perifer, dan iritabilitas.
g.       Gangguan endokrin
Anak cenderung cepat mengalami pubertas.  Pada anak perempuan, menstruasi dapat datang lebih cepat.  Kematangan seksualnya lebih cepat, pertumbuhan rambut kelamin dan ketiak juga lebih cepat.
h.      Pertumbuhan tubuh
·         Tinggi badan
Anak obesitas relative lebih tinggi pada remaja awal tetapi pertumbuhan memanjangnya selesai lebih awal sehingga pada akhirnya tinggi badannya relative lebih pendek dari anak sebaya.
·         Wajah
Bentuk muka menjadi tidak proporsional yaitu hidung dan mulut relative kecil, dagu berlipat.
Terjadi timbunan lemak di sekitar payudara, perut menggantung, dan sering disertai dengan garis-garis keputihan.


DAFTAR PUSTAKA
Siti Nur Hidayati, Rudi Irawan, dan Boerhan Hidayat. Obesitas pada Anak.  FK UNAIR Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik
Obesitas Beresiko Jantung Membesar. http://www.gizi.net
Juanita, Vivi. 2004. Obesitas pada Anak. http://www.gizi.net

PARAMETER MUTU TELUR

II.    Pendahuluan
Kualitas telur ditentukan berdasar 1) keadaan kulit (kebersihan, keretakan, bentuk, tekstur/kekerasan), 2) kantung udara (kedalaman, volume, dan letak), dan 3) isi telur.

III.    Tinjauan Pustaka
Telur adalah suatu bahan makanan sumber zat protein hewani yang bernilai gizi tinggi. Salah satu tolak ukur untuk menentukan mutu telur ayam adalah berdasarkan berat. Ukuran telur ayam ada yang besar, sedang, dan kecil. Selain berat telur, mutu telur dapat dinilai dari kondisi dan kebersihan kulit, besar kantung udara, kekompakan putih telur, bentuk, dan letak kuning telur.
Telur terdiri dari kulit luar, selaput tipis, putih telur, kuning telur, dan kalaza.
1.    Kulit luar (shell)
Terdapat lapisan yang sangat tipis disebut mucus atau blom yang hanya terdapat pada telur yang baru keluar dari induk. Kulit luar banyak mengandung kalsium.
2.    Selaput tipis (membrane)
Terdapat dua lapis, satu lapis menempel pada shell dan satu lagi menempel pada isi telur sebagai pembungkus.
3.    Putih telur
Bagian putih telur adalah albumin yang merupakan sumber zat protein dengan kadar 10-11%.
4.    Kuning telur (yolk)
Di tengah-tengahnya terdapat satu titik disebut germ. Kuning telur terbungkus oleh selaput tipis sekali disebut vitellin.

5.    Chalazae (kalaza)
Seperti tali yang menghubungkan vitellin dan putih telur. Berguna mempertahankan kuning telur tetap ada di tengah-tengah dan germ tetap di tempatnya.
Tabel komposisi telur:
No.    Komponen    Seluruh Telur    Putih Telur    Kuning Telur
1.    Air    73,70 %    87,80 %    48,05 %
2.    Protein    13,4 %    Albumin, ovoglobulin, dan mucin (10%)    Phosphor, terutama ovovitelin (16,7%)
3.    Lemak    10,00 %    0,05 %    Lecithin 31,60 % dan kolesterol
4.    Zat Besi (Fe)    -    0,0001 %    0,0087 %
5.     Vitamin    -    Ribovlavin    Ribovlavin, vitamin A, dan thiamin

IV.    Bahan
1.    Telur ayam ras
2.    Telur ayam kampung
3.    Telur bebek
4.    Telur puyuh

V.    Alat
1.    Alat candling
2.    Micrometer sekrup
3.    Jangka sorong
4.    Cawan petri besar
5.    Penggaris

VI.    Cara Kerja
a.    Pemeriksaan telur dengan cara candling
1.    Meletakkan telur pada tangan sebelah kiri.
2.    Memegang teropong dengan tangan kanan dan diarahkan ke sumber sinar (lampu) atau lilin.
3.    Melakukan pengamatan terhadap kebersihan kulit dan ada tidaknya keretakan.
4.    Melakukan pengamatan kantung udara meliputi kedalaman dan letak putih dan kuning telur.
5.    Melakukan pengamatan sambil memutar isi telur.
6.    Mencatat hasil pengamatan.
b.    Pemeriksaan isi telur secara subjektif
1.    Menimbang telur utuh kemudian memecahkan telurnya.
2.    Meletakkan isi telur ke cawan petri secara hati-hati.
3.    Melakukan pengamatan tebal putih telur dan kebersihan kunign telur, kejernihan, warna, dan ketegaran.
4.    Menggambar keseluruhan isi telur.

VII.    Hasil Pengamatan
No.    Parameter    Jenis Telur
        Ayam Ras    Ayam Buras    Bebek    Puyuh
(2 butir)
    CANDLING               
1.    Kebersihan kulit    Bersih, sedikit bintik coklat    Kotor oleh kotoran ayam    Kotor oleh jerami    Bersih

2.    Keretakan    v (sedikit)    -    -    -
3.    Volume kantung udara    v    v    V    -    dan v
4.    Posisi putih telur    Menyelubungi kuning telur    Menyelubungi kuning telur    Menyelubungi kuning telur    Menyelubungi kuning telur
5.    Posisi kuning telur    Di tengah    Terlihat     Di tengah bagian pinggir    Tak terlihat
    PEMERIKSAAN SUBJEKTIF               
1.    Berat (gram)    70    39    69    19
2.    BDD (gram)    54    30    54    16
3.    Kejernihan kuning telur    Jernih    Agak jernih    Tidak terlalu jernih, ada bagian yang lebih muda    Jernih
4.    Warna kulit    Coklat muda    Putih    Biru muda    Putih totol hitam
    Warna kuning    Kuning cerah    Kuning agak pucat    Kuning pucat    Kuning terang pucat
    Warna putih    Jernih    Bening    Bening agak kental    Bening
5.    Ketegaran    v    v    v    v

VIII.    Pembahasan
Berdasarkan buku Dasar-dasar Gizi Kuliner, cirri telur yang baik yaitu:
a)    Kulit luar masih baik, tidak retak, rongga udara hamper tidak kelihatan.
b)    Terlihat jernih bila dilihat dengan sinar terang.
c)    Tenggelam dan telentang bila dimasukkan dalam air.
d)    Tidak ada suara bila digoyangkan.

1.    Kebersihan
Dari keempat telur tersebut yang kulitnya bersih adalah telur ayam dan telur puyuh. Sedangkan telur ayam buras kotor oleh kotoran ayam dan telur bebek kotor oleh jerami.
Kotoran yang menempel pada kulit telur dapat memacu kerusakan telur karena kulit telur berpori-pori sehingga dapat masuk ke dalam telur. Karena mikroorganisme dapat dengan mudah masuk melalui pori-pori tersebut. Menyimpan telur juga jangan berdekatan dengan bahan-bahan yang tajam seperti terasi atau durian, karena dapat masuk melalui pori-pori telur.
2.    Keretakan
Dari semua telur yang diamati hanya telur ayam yang memiliki keretakan. Keretakan sebenarnya merupakan kerusakan alami.  Tetapi melalui retak kulit telur tersebut memperbesar resiko telur terkontaminasi mikroorganisme atau zat yang berbahaya. Tanpa adanya keretekan mikroorganisme atau zat saja dapat masuk, apalagi jika ada keretakan maka memperbesar resiko kontaminasi.
Kekuatan dan ketebalan kunign telur menjadi pelindung isi telur dari serangan-serangan luar.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ketebalan kulit telur yaitu:
a.    Sifat turun-temurun dari induknya.
b.    Musin/cuaca saat pembuahan.
c.    Makanan induk.
Ayam yang mendapat makanan dengan kandungan kalsium (Ca) yang cukup banyak akan menghasilkan telur dengan kulit yang lebih tebal.
d.    Faktor fisiologis.

3.    Struktur Telur






Keterangan gambar penampang telur:
1.    Kulit luar (shell) dengan lapisan tipis di bagian luar
2.    Selaput tipis yang menempel pada shell dan selaput tipis yang membungkus pada kulit telur
3.    Bagian putih telur tipis yang dekat dengan kuning telur dan yang dekat dengan kulit telur
4.    Putih telur yang kental
5.    Kuning telur (yolk)
6.    Chalazae, yaitu tali pengikat kunign telur
7.    Germ spot, yaitu titik benih
8.    Selaput tipis pembungkus kuning telur (vitellin)
9.    Rongga udara, berfungsi untuk bernapas embrio

4.    Volume Kantung Udara
Dari telur-telur yang diamati semuanya mengandung kantung udara tetapi satu butir telur puyuh tidak memiliki kantung udara.
Pembesaran kantung udara berkaitan dengan terjadinya proses penguapan air dan CO2.
Kantung udara terbentuk di antara membran kulit luar dan membrane kulit dalam. Dengan demikian, selama proses penyimpanan volume ruang udara akan meningkat. Kantung udara itu sendiri berasal dari udara yang berhasil menerobos masuk ke dalam telur melalui ribuan pori-pori kulit telur.
5.    Posisi Putih dan Kuning Telur
Dari semua telur yang diamati, semua posisi putih telurnya mengelilingi kunign telur. Posisi kuning telur ayam ras saat diamati tidak terlihat berarti letaknya berada di tengah, kuning telur ayam buras terlihat, posisi kuning telur bebek di tengah baian pinggir, sedangkan posisi kuning telur puyuh juga tidak kelihatan.
Tanda-tanda telur yang segar yaitu:
a.    Batas-batas dari bagian telur masih terlihat jelas.
b.    Kuning telur masih bulat utuh, terletak di tengah.
c.    Tidak berbau busuk.
Jadi, dari semua telur yang diamati, telur yang tergolong bagus mutunya adalah telur ayam puyuh karena ketika dicandling kunign telurnya tidak terlihat yang berarti berada di tengah. Telur ayam juga demikian, tetapi sayangnya telur ayam memiliki keretakan pada kulitnya.
Putih telur terdiri dari 40% putih telur encer dan 60% lapisan putih telur kental. Bagian putih telur tidak tercampur dengan kunignnya karena adanya kalaza yang mengikat bagian kuning telur dan membrane vitellin yang elastis.
6.    Berat
Berdasarkan hasil pengamatan, berat telur ayam ras adalah 70 gram dengan BDD 54 gram, telur ayam buras 39 gram dengan BDD 30 gram, telur bebek 69 gram dengan BDD 54 gram, dan telur puyuh (2 butir) 19 gram dengan BDD 16 gram.
Dari buku Dasar-dasar Gizi Kuliner, berat telur rata-rata satu butir ayam ras 50-70 gram, satu butir ayam buras 25-35 gram, dan satu butir telur bebek 70-80 gram.
Telur mentah yang dibiarkan pada udara terbuka dalam waktu yang cukup lama akan mengalami perubahan berat yaitu berupa penyusutan berat. Hal ini dikarenakan terjadinya penguapan air dan gas CO2 dari isi telur.
Kehilangan berat tersebut kemudian juga menyebabkan penurunan berat jenis. Umumnya berat jenis telur berkisar antara 1,088-1,095 (rata-rata 1,085). Setelah disimpan selama 3 bulan, berat jenisnya turun sekitar 0,825.
Cara mengetahui berat jenis telur yang masih baik dengan mudah yaitu dengan jalan mecelupkan telur ke dalam air, telur yang mutunya bagus akan tenggelam, kurang bagus akan melayang, dan yang tidak bagus akan mengapung.
Edible portion dari keempat telur tersebut yaitu:
a)    Telur ayam ras = (54  70)gram x 100% = 77,14%
b)    Telur ayam buras = (30  39) gram x 100% = 76,92%
c)    Telur bebek = (54  69) gram x 100% = 78,26%
d)    Telur puyuh (2 butir) = (16  19) x 100% = 84,21%
7.    Kejernihan Kuning Telur
Dari hasil pengamatan, kejernihan kuning telur ayam ras dan kuning telur puyuh paling jernih diatara lainnya, kuning telur ayam buras agak jernih, sedangkan kuning telur bebek tidak terlalu jernih serta ada bagian yang lebih muda warnanya.
Telur yang baik warna kuning dan putih telurnya masih jelas dan jernih. Di tengah-tengah kuning telur terdapat satu titik yang disebut germ yang terlihat sebagai gumpalan kecil berwarna lebih muda daripada kuning telurnya.
Komposisi kuning telur terdiri dari zat protein 15-16%, zat lemak 35%, vitamin A 4000IU/100gram, kalsium, dan zat besi.
Pada telur masih segar, kungin telurnya terletak di tengah-tengah dan bila telur tersebut sudah disimpan lama, kuning telurnya makin ke pinggir.
8.    Warna
Keempat telur yang diamati warna kulitnya normal semua. Yaitu untuk kulit telur ayam ras warnanya cokelat muda atau cokelat tua, kulit telur ayam buras putih, kulit telur bebek biru muda, dan kulit telur puyuh putih dengan totol-totol hitam.
Warna kuning telur dari keempat telur tersebut juga tergolong normal semua. Warna kunign telur yang masih baik berkisar antara kuning sampai jingga. Sedangkan untuk putih telurnya yang baik adalah yang kental dan tebal letaknya di sekitar kuning telur. Semakin lama telur disimpan, bagian putih telurnya semakin encer. Cairan kental tersebut mengandung beberapa serat mucin. pH putih telur lebih bersifat alkalis sekitar 7,6 sedangkan pH kuning telurnya sekitar 6.
9.    Ketegaran
Ketegaran telur adalah kemampuan telur untuk tidak pecah bagian kunignnya jika telur tersebut dipecahkan. Dari semua telur yagn diamati, tidak ada satu pun yang pecah. Jadi ketegaran keempat telur tersebut masih baik. Untuk memecahkan kulit telur dibutuhkan tekanan yang disebut breaking strength yang sangat dipengaruhi oleh kandungan bahan kapur dari kulit telur.

Selama penyimpanan telur, terjadi penuruan kualitas telur karena proses fisiologis atau karena bakteri pembusuk. Proses fisiologis dapat berlangsung dengan cepat pada penyimpanan suhu kamar karena terjadi pernapasan yang memproduksi air dan CO2 dalam jumlah yang cukup besar, akibatnya telur menjadi makin encer. Telur sebaiknya disimpan dalam ruangan dengan suhu 150C atau kurang dari 100C. Pada suhu tersebut proses fisiologis dan pertumbuhan bakteri pembusuk dapat dihambat. Dalam meletakkan telur sebaiknya ujung yang tumpul menghadap ke atas. Hal ini dapat menstabilkan letak kuning telur yang mempunyai berat jenis lebih kecil daripada putih telur. Dengan demikian kuning telur tidak bergeser atau prosesnya lambat. Bila disimpan dalam posisi telentang atau horizontal, kunign telur akan berada di tengah-tengah.
IX.    Kesimpulan
1.    Telur yang baik adalah yang kulit luarnya bersih dan tidak retak karena hal tersebut dapat menyebabkan telur terkontaminasi akibat kotoran atau mikroorganisme yang masuk melalui pori-pori atau kulit yang retak.
2.    Volume kantung udara yang baik adalah yang kecil. Kantung udara merupakan pemberi udara bagi embrio untuk bernapas. Selama proses penyimpanan volume kantung udara akan membesar sebagai akibat dari udara yang masuk melalui ribuan pori-pori telur.
3.    Posisi putih telur mengelilingi kunign telur. Posisi kunign telur yang baik adalah di tengah-tengah. Putih telur yang abika dalah yang kental dan tidak encer. Kunignt elur yang baik adalah yang jernih dan todak ada bintik merahnya.
4.    Berat telur hasil percobaan yaitu:
Telur ayam ras        : 70 gram
Telur ayam buras    : 39 gram
Telur bebek        : 69 gram
Telur puyuh        : 19 gram
Untuk berat jenisnya berkisar antara 1,088-1,095.
5.    Warna kulit telur ayam ras adalah coklat muda, telur ayam kampung putih, telur bebek biru muda, dan telur puyuh putih totol-totol hitam.
6.    Telur dengan ketegaran yang baik adalah yang tidak mudah pecah bagian kunignya jika kulitnya dipecahkan.
7.    Cara menyimpan telur yag baik adlaah di lemari pendingin dengan suhu 150C atau kurang dari 100C. pada suhu tersebut dapat menghambat proses fisiologis dan pertumbuhan bakteri pembusuk.

X.    Daftar Pustaka
Irawati, Anies dan Rizal Syarief. 1988. Pengetahuan Bahan Untuk Industri Pertanian. Jakarta: Melton Putra
Tarwotjo, Soejoeti. 1998. Dasar-Dasar Gizi Kuliner. Jakarta: Grasindo
Tejasari. 2005. Nilai Gizi Pangan. Yogyakarta: Graha Ilmu

NIKMAT KESEHATAN DIBALIK INDAHNYA NAUNGAN JILBAB: JILBAB YES, KANKER KULIT NO!!

Maha suci Allah yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. Dia yang kuasa dalam menghidupkan dan mematikan makhluknya. Dialah Tuhan semesta alam. Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rosul utusan Allah. Shalawat dan salam senantiasa kita panjatkan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya. Semoga kita termasuk orang-orang yang mengikuti petunjuk Allah, didekatkan dalam kemudahan, dan dijauhkan dari segala kesulitan.
Indahnya Islam semoga selalu menaungi hati kita. Begitu kuasanya Allah, Dia menciptakan Islam dengan segala kebaikan untuk umatnya. Rahmat Allah sangat luas, banyak keajaiban dalam Islam yang sangat mengagumkan. Keajaiban-keajaiban itu tentu diciptakan Allah bagi umatnya. Begitu juga keajaiban yang ada di balik jilbab sebagai busana muslimah kaum hawa.

Perintah Mengenakan Jilbab Kepada Muslimah
Secara etimologis, jilbab berasal dari kata jilbu yang artinya menghimpun atau menarik. Merujuk pengertian jilbab dari Imam Abdul Qasim Al-Husayn ibn Abul Fadl Al Raghib dalam Al-Mufradah fi Gharib Al Quran, menyebutkan bahwa jilbab adalah pakaian longgar yang terdiri atas baju panjang dan kerudung yang menutup badan kecuali muka dan telapak tangan.
Perintah mengenakan jilbab dijelaskan dalam Al Quran surat Al-Ahzab ayat 59. "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan istri orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal sehingga mereka tidak diganggu." (Al-Ahzab: 59) Demikianlah firman Allah kepada kaum hawa untuk menutup auratnya dengan kain panjang yang longgar ke seluruh tubuhnya, selain itu jilbab juga merupakan busana khas yang mencerminkan bahwa ia adalah seorang muslim.
Diriwayatkan pula dalam suatu hadis riwayat Abu Dawud dan Aisyah tentang perintah berjilbab. Rosulullah SAW bersabda, “Wahai Asma’, sesungguhnya wanita itu bila sudah menstruasi (baligh )tidak pantas terlihat tubuhnya kecuali ini dan ini. Dan beliau menunjukkan muka dan telapak tangannya.”

Jilbab dan Kesehatan
Subhanallah, sesungguhnya dalam perintahNya untuk mengenakan jilbab tidak lain untuk kebaikan dan kemuliaan kaum wanita karena ternyata petunjuk mengenakan jilbab dan mengenakan busana muslimah tidak semata-mata tuntutan untuk menutup aurat saja melainkan ada hikmah lain diluar hal tersebut. Hikmah apakah yang ada di balik indahnya jilbab?
Dengan menutup tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki kecuali muka dan telapak tangan berfungsi sebagai pelindung diri dari sengatan matahari. Kain tersebut memproteksi tubuh dari teriknya panas matahari dan juga dari cuaca yang dingin. Namun jika dianalisis lebih jauh ternyata jilbab juga berkontribusi dalam pencegahan kanker kulit.
Kanker kulit adalah penyakit yang terjadi di jaringan kulit dan ditandai adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali dan bersifat merusak. Pada keadaan selanjutnya sel-sel yang tumbuh tak terkendali tersebut akan terus menyebar ke bagian tubuh yang lain dan merusaknya. Penyebab utama dari kanker kulit yaitu paparan sinar matahari khususnya radiasi sinar ultraviolet. Sinar ultraviolet adalah salah satu dari gelombang elektromegnetik dengan panjang gelombang 100-400 nm. Berdasarkan ilmu genetika diketahui bahwa sinar ultraviolet merupakan salah satu jenis mutagen, yaitu zat-zat yang menyebabkan terjadinya mutasi pada gen.
Menurut dr. R. Aj. Rasmilia Retno E, Staf Divisi Onkologi Ginekologi RSSA Malang, menyatakan bahwa sinar ultraviolet dapat merusak DNA yang merupakan materi genetik penyusun gen. Di dalam tubuh manusia, salah satu peran gen adalah sebagai penentu proses sintesa protein. Sehingga perubahan gen ini selanjutnya dapat menimbulkan kelainan sel karena terjadi perubahan jenis protein yang dihasilkan tubuh sehingga sel tubuh tumbuh tak terkendali. Petumbuhan sel yang tak terkendali inilah yang disebut sebagai kanker.
Sebenarnya dalam penciptaan langit dan bumi, Allah menciptakannya dalam keadaan keseimbangan. Begitu pula halnya dengan keberadaan sinar ultraviolet yang juga dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Melalui kulit, ultraviolet yang terabsorbsi berperan dalam proses pembentukan vitamin D. Akan tetapi, pemanasan global yang ditimbulkan manusia membuat komposisi ultraviolet di bumi yang seimbang bergeser keseimbangannya ke nilai yang semakin besar. Atmosfer yang semula menyaring radiasi sinar ultraviolet yang masuk ke bumi, sekarang tidak dapat menjalankan fungsinya secara optimal karena terjadi penipisan lapisan ozon bahkan di beberapa daerah telah terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon. Molekul-molekul yang berbahaya pun ikut lolos karena ozon tidak bisa menyaringnya. Sehingga pada akhirnya konsentrasi sinar ultraviolet di bumi yang semakin meningkat intensitanya memperbesar resiko kanker kulit bagi penduduk bumi.
Beruntunglah para muslimah yang mengenakan jilbab. Sebab busana muslimah tersebut dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung. Hal itu tentu menghindarkan tubuh dari radiasi sinar-sinar yang berbahaya seperti ultraviolet. Kain yang dikenakan tersebut juga berperan dalam memfiltrasi radiasi sinar yang masuk ke kulit. Sehingga jilbab yang dikenakan meminimalisir kulit berkontak langsung dengan matahari dan mencegah kulit dari serangan kanker kulit.

Wahai Muslimah, Kenakanlah Jilbabmu!
Nah, sekarang kita telah mengetahui betapa besar nikmat Allah melalui ketetapanNya kepada para muslimah untuk mengenakan jilbab. Allah sungguh Maha Besar, Dia membuat suatu ketetapan tidak semata-mata sebagai bahan penyembahan kepada-Nya tetapi juga melalui ketetapan itu Allah menunjukkan betapa besar cintaNya kepada makhluknya.
Allah SWT sangat mencintai umatnya, untuk itu kita sebagai umatnya harus terus berusaha melaksanakan ketaatan dalam beribadah. Karena kita tahu bahwa dalam ketetapan Allah SWT sungguh tidak ada keraguan di dalamnya dan tidak ada kerugian bagi umatnya. Jelaslah kini wahai para muslimah, bersegeralah menunaikan kewajibanmu, kenakanlah jilbabmu.
Di dalam sebuah hadist riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Dua kelompok termasuk penghuni Neraka, Aku (sendiri) belum pernah melihat mereka, yaitu seperti orang yg membawa cemeti seperti ekor sapi, dengannya mereka mencambuki manusia dan para wanita yg berpakaian (tetapi) telanjang, bergoyang berlenggak lenggok, kepala mereka (ada suatu) seperti punuk unta yg bergoyang goyang. Mereka tentu tidak akan masuk Surga, bahkan tidak mendapat baunya. Dan sesungguhnya bau Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian."
Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi seperti sabda Nabi dalam hadis tersebut. Sungguh menakutkan siksa Allah terhadap kaum yang tidak mengenakan jilbab seperti apa yang telah Allah perintahkan.
Iman itu letaknya di hati bukanlah dinilai dari penampilan lahiriah. Lalu, mengapa sampai saat ini masih banyak kaum perempuan yang enggan mengenakan jilbab? Tidakkah mereka melihat betapa besar keajaiban di balik jilbab itu? Sungguh merugi seorang perempuan yang tidak mengulurkan kainnya menutupi seluruh tubuh keuali telapak tangan dan muka karena berbagai alasan keduniawian. Tidak sedikit dari mereka yang belum mau mengenakan jilbab karena menganggap jilbab akan menutupi kecantikannya. Tidakkah mereka malu membiarkan bagian tubuh mereka yang termasuk aurat diperlihatkan kepada yang tidak berhak? Tidakkah mereka mengetahui bahwa sebenarnya jilbab adalah cermin dari kecantikan seorang muslimah. Dan dalam jilbab itu Allah terus mengalirkan nikmatNya pada kaumNya.
Telah jelas dipaparkan keajaiban jilbab dalam hal kesehatan. Penyakit kanker kulit yang dikenal sebagai penyakit ganas ternyata dapat dicegah dengan mengenakan jilbab. Mungkin masih banyak nikmat-nikmat lain di balik jilbab yang sampai saat ini belum kita ketahui. Jadi para ukhti, tunggu apa lagi?? Mari kenakan jilbabmu dan cegah kanker kulit di tubuhmu!! (dita.ai)